Sabtu, 14 April 2012

AIR TERJUN SRI GETHUK

Alamat: Playen, Gunungkidul, Yogyakarta, Indonesia Koordinat GPS: S7°56'36" E110°29'21" (lihat peta)  Terletak di antara ngarai Sungai Oya yang dikelilingi areal persawahan nan hijau, Air Terjun Sri Gethuk selalu mengalir tanpa mengenal musim. Gemuruhnya menjadi pemecah keheningan di bumi Gunungkidul yang terkenal kering.
AIR TERJUN SRI GETHUK
Gemuruh Suara Air Pemecah Hening di Tanah Kering
Eksotisme Grand Canyon di daerah utara Arizona, Amerika Serikat tentunya tak bisa disangkal lagi. Grand Canyon merupakan bentukan alam berupa jurang dan tebing terjal yang dihiasi oleh aliran Sungai Colorado. Nama Grand Canyon kemudian diplesetkan menjadi Green Canyon untuk menyebut obyek wisata di Jawa Barat yang hampir serupa, yakni aliran sungai yang membelah tebing-tebing tinggi. Gunungkidul sebagai daerah yang sering diasumsikan sebagai wilayah kering dan tandus ternyata juga menyimpan keindahan serupa, yakni hijaunya aliran sungai yang membelah ngarai dengan air terjun indah yang tak pernah berhenti mengalir di setiap musim. Air terjun tersebut dikenal dengan nama Air Terjun Sri Gethuk.
Terletak di Desa Wisata Bleberan, Air Terjun Sri Gethuk menjadi salah satu spot wisata yang sayang untuk dilewatkan. Untuk mencapai tempat ini Anda harus naik kendaraan melewati areal hutan kayu putih milik PERHUTANI dengan kondisi jalan yang bervariasi mulai dari aspal bagus hingga jalan makadam. Memasuki Dusun Menggoran, tanaman kayu putih berganti dengan ladang jati yang rapat. Sesampainya di areal pemancingan yang juga berfungsi sebagai tempat parkir, terdapat dua pilihan jalan untuk mencapai air terjun. Pilihan pertama yakni menyusuri jalan setapak dengan pemandangan sawah nan hijau berhiaskan nyiur kelapa, sedangkan pilihan kedua adalah naik melawan arus Sungai Oya. Tentu saja YogYES memilih untuk naik rakit sederhana yang terbuat dari drum bekas dan papan.
            Perjalanan menuju Air Terjun Sri Gethuk pun dimulai saat mentari belum naik tinggi. Pagi di Sungai Oya terlihat begitu hujau dan tenang menyatu dengan keheningan tebing-tebing karst yang berdiri dengan gagah di kanan kiri sungai. Suara rakit yang melaju melawan arus sungai menyibak keheningan pagi. Semabri mengatur laju rakit, seorang pemandu menceritakan asal muasal nama Air Sri Gethuk. Berdasarkan cerita merupakan salah satu instrument gamelan milik Jin Anggo Meduro. Oleh karena itu disebut dengan nama Air Sri Gethuk. Konon pada saat-saat tertentu masyarakat Dukuh Menggoran masih sering mendengar suara gamelan mengalun dari arah air terjun
            Tak beberapa lama menaiki rakit suara gemeruh mulai terdengar. Sri Gethuk menenti di depan mata. Bebatuan yang indah di bawah air terjun membentuk undak-undakan laksana tepian kolam renang mewah memanggil siapa saja untuk bermain di dalam air.
Biaya :
ü  Tiket : Rp. 3000 (merupakan tiket terusan dengan Gua Rancang Kencono)
ü  Tarif naik rakit :Rp. 5.000/ orang (pulang pergi)
ü  Sewa ban :  Rp 2.000/ orang.
ü  Bagi penguna kendaraan bermotor roda dua : Rp. 1000 dan Roda empat :Rp 3000
Keterangan :
Wisata Air Terjun Sri Gethuk sepenuhnya dikelola oleh masyarakat Desa Bleberan.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar